Minggu, 17 April 2011

Penambang Pasir Picu Longsor, Jalan Penyeladi Hancur

Sanggau-Kondisi ruas jalan jalan negara di Desa Penyeladi kelurahan Tanjung Kapuas, Sanggau semakin parah. Pantauan terakhir dilapangan, Kamis (14/4) kemarin, akses jalan yang menghubungkan sedikitnya Lima Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu itu sudah sangat memprihatinkan. Dan secara kasat mata jika hal itu terus dibiarkan, maka akibat longsor hanya tinggal menunggu waktu saja.

Tak pelak, kondisi tersebut mengundak kritik pedas dari sejumlah kalangan tokoh masyarakat Sanggau. Terlebih Raja Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara, H. Gusti Arman sendiri yang menilai, kerusakan jalan tersebut tidak terlepas dari ulah perusahaan tambang pasir atau galian C yang menggunakan alat berat yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kendati demikian, Raja mengesalkan, perlakuan perusahaan tambang yang mengeruk pasir di Sungai Kapuas tersebut terkesan tutup mata dan tidak perduli atas kerusakan jalan yang ditimbulkannya. “Pengusaha tambang pasir itu saya lihat sama sekali tidak perduli terhadap kerusakan jalan itu, saya tahu siapa-siapa toke yang memiliki perusahaan itu,” sebut Raja, Rabu (13/4) lalu.

Dia juga menjelaskan bahwa akibat ulah penambang pasir itu, bukan hanya jalan saja yang rusak, tapi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti abrasi. Dan menyeabkana air Sungai Kapuas tampak kotor dan keruh.

“Saya, minta Pemkab melakukan penertiban para penambang yang menggunakan alat berat agar kerusakan lingkungan dan jalan dapat ditekan,” tegurnya.

Selain itu, Raja juga mempertanyakan kontribusi yang diberikan para pengusaha tambang terhadap sumber Pendapat Asli Daerah (PAD). Selama ini, menurutnya, belum diketahui secara pasti berapa jumlah PAD yang didapat daerah dari proyek itu.

“Kita mempertanyakan PAD dari aktifitas penambang itu, sampai saat ini belum jelas,” kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu, 17 April 2011

Penambang Pasir Picu Longsor, Jalan Penyeladi Hancur

Sanggau-Kondisi ruas jalan jalan negara di Desa Penyeladi kelurahan Tanjung Kapuas, Sanggau semakin parah. Pantauan terakhir dilapangan, Kamis (14/4) kemarin, akses jalan yang menghubungkan sedikitnya Lima Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang dan Kapuas Hulu itu sudah sangat memprihatinkan. Dan secara kasat mata jika hal itu terus dibiarkan, maka akibat longsor hanya tinggal menunggu waktu saja.

Tak pelak, kondisi tersebut mengundak kritik pedas dari sejumlah kalangan tokoh masyarakat Sanggau. Terlebih Raja Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara, H. Gusti Arman sendiri yang menilai, kerusakan jalan tersebut tidak terlepas dari ulah perusahaan tambang pasir atau galian C yang menggunakan alat berat yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kendati demikian, Raja mengesalkan, perlakuan perusahaan tambang yang mengeruk pasir di Sungai Kapuas tersebut terkesan tutup mata dan tidak perduli atas kerusakan jalan yang ditimbulkannya. “Pengusaha tambang pasir itu saya lihat sama sekali tidak perduli terhadap kerusakan jalan itu, saya tahu siapa-siapa toke yang memiliki perusahaan itu,” sebut Raja, Rabu (13/4) lalu.

Dia juga menjelaskan bahwa akibat ulah penambang pasir itu, bukan hanya jalan saja yang rusak, tapi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti abrasi. Dan menyeabkana air Sungai Kapuas tampak kotor dan keruh.

“Saya, minta Pemkab melakukan penertiban para penambang yang menggunakan alat berat agar kerusakan lingkungan dan jalan dapat ditekan,” tegurnya.

Selain itu, Raja juga mempertanyakan kontribusi yang diberikan para pengusaha tambang terhadap sumber Pendapat Asli Daerah (PAD). Selama ini, menurutnya, belum diketahui secara pasti berapa jumlah PAD yang didapat daerah dari proyek itu.

“Kita mempertanyakan PAD dari aktifitas penambang itu, sampai saat ini belum jelas,” kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar