Rabu, 25 Agustus 2010

Alun Kapuas Ndak Boleh Diganggu

Fikri Akbar, Pontianak

Penempatan lokasi tradisi permainan meriam karbit yang lazimnya diadakan pada saat malam lebaran tetap akan dilaksanakan disepanjang gertak (jembatan) tepi Sungai Kapuas. Hal itu disampaikan Walikota Pontianak, Sutarmidji kepada wartawan, Selasa (24/8) lalu.

“Tempatnye biase, dipinggir sungai, kan ndak ade yang di jalan Gajah Mada kan?,” katanya.

Meski terdapat beberapa kondisi jembatan yang terlihat rawan karena rusak, Sutarmidji tetap mengatakan pelaksanaan meriam karbit tetap dilaksanakan pada tempatnya semula, “Kita sudah perbaiki jembatan tahun lalu, untuk antisipasi, tapi tahun ini roboh lagi,” katanya.

Terkait pengalihan lokasi permainan ke taman Alun Kapuas, Sutarmidji tegas melarangnya, dia bilang, Taman Alun Kapuas yang akan segera dilengkapi dengan taman pintar tersebut, saat ini masih dalam kondisi penyempurnaan.

“Belum, sedang dikerjekan, ndak bise, alun kapuas ndak boleh diganggu,” kata dia.

Sebagaimana halnya permainan tradisi masyarakat Kota Pontianak yang telah turun temurun, Sutarmidji menambahkan, pengamanan standar akan dilakukan selama berlangsungnya prosesi permainan rakyat tersebut.

“Pengawasan sendiri seperti tahun-tahun lalu aja lah, saye rase dimanepun kalau udah ade meriam karbit malam lebaran itu, sepanjang suangi kapuas itu akan dijejali masyarakat, jadi bagaimanepun dikemas, ya dikemaslah, itukan tradisi,” tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 25 Agustus 2010

Alun Kapuas Ndak Boleh Diganggu

Fikri Akbar, Pontianak

Penempatan lokasi tradisi permainan meriam karbit yang lazimnya diadakan pada saat malam lebaran tetap akan dilaksanakan disepanjang gertak (jembatan) tepi Sungai Kapuas. Hal itu disampaikan Walikota Pontianak, Sutarmidji kepada wartawan, Selasa (24/8) lalu.

“Tempatnye biase, dipinggir sungai, kan ndak ade yang di jalan Gajah Mada kan?,” katanya.

Meski terdapat beberapa kondisi jembatan yang terlihat rawan karena rusak, Sutarmidji tetap mengatakan pelaksanaan meriam karbit tetap dilaksanakan pada tempatnya semula, “Kita sudah perbaiki jembatan tahun lalu, untuk antisipasi, tapi tahun ini roboh lagi,” katanya.

Terkait pengalihan lokasi permainan ke taman Alun Kapuas, Sutarmidji tegas melarangnya, dia bilang, Taman Alun Kapuas yang akan segera dilengkapi dengan taman pintar tersebut, saat ini masih dalam kondisi penyempurnaan.

“Belum, sedang dikerjekan, ndak bise, alun kapuas ndak boleh diganggu,” kata dia.

Sebagaimana halnya permainan tradisi masyarakat Kota Pontianak yang telah turun temurun, Sutarmidji menambahkan, pengamanan standar akan dilakukan selama berlangsungnya prosesi permainan rakyat tersebut.

“Pengawasan sendiri seperti tahun-tahun lalu aja lah, saye rase dimanepun kalau udah ade meriam karbit malam lebaran itu, sepanjang suangi kapuas itu akan dijejali masyarakat, jadi bagaimanepun dikemas, ya dikemaslah, itukan tradisi,” tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar