Jumat, 15 Oktober 2010

Pembuatan Jalan Paralel Tidak Punya Target, Itu Tergantung Pada Masyarakatnya,

Fikri Akbar, Pontianak

Walikota Pontianak, Sutarmidji mengatakan proyek pembuatan jalan paralel di bebebrapa wilayah seperti; Sui Raya dalam, Parit Haji Husin, Sui Jawi dan Ampere tidak memiliki target kapan penyelesaiannya. Padahal tujuan proyek pembangunan itu sendiri guna mencegah terjadinya banjir di Kota Pontianak.

“Tidak ada target,” Kata Sutarmidji, Senin (27/9) kemarin.

Bahkan sebelumnya, dikatakan Sutarmidji sendiri, sudah terdapat beberapa wilayah yang masuk pada kategori ‘mendesak’ seperti beberapa wilayah diatas. Namun Sutarmidji beralasan, Pemkot tidak memberikan target penyelesaian pada proyek tersebut disebabkan pelaksanaannya yang cukup alot, terdapat beberapa warga yang tidak setuju atas pembangunan jalan paralel.

‘Jalan parallel itu tergantung pada masyarakatnya, tapi secepatnya kita bangun, yang sudah mulai berjalan itu di ampere dan sungai jawi, pokoknya yang tidak ada hambatan kita bangun, mana ada yang hambatan kita berhenti dulu,” katanya beralasan.

namun terdapat beberapa wilayah yang menurut Sutarmidji, meskipun terdapat beberapa warga yang kurang setuju, namun Pemkot tetap memaksakan pembanunan disitu, karena kata Sutarmidji, melihat situasinya yang sudah sangat mendesak. Apalagi posisi yang akan dibangun berdekatan dengan saliran primer (utama).

“Yang bagus itu, setiap ada saluran primer harus ada jalan parallel, makanya di Sungai Jawi itu saya ngotot harus ada jalan parallel, karena kalau tidak dibangun di Sungai Jawi ini, sebagai saluran utama akan sangat-sangat terganggu. Sebenarnya yang mendesak juga itu di jalan Parit Haji Husin,” papar Sutarmidji.

Beberapa saluran primer yang dijadikan andalan mengatasi banjir di Kota Pontianak, diantaranya berada di wilayah sungai Sero, kemudian Jalan Tebu, Diponegoro, Parit Besar, Parit Tokaya, Parit Sepakat, Perdana, dan Seradam.

Dikatakannya lagi, anggaran bagi pembangunan jalan paralel tersebut akan terus dianggarkan oleh pemkot untuk tiap tahunnya. Bahkan kata dia, penganggaran itu akan terus mengalir, hingga Sutarmidji mangkat dari kursi jabatan Walikotanya 2014.

“Selama saya menjadi walikota tiap tahun akan saya anggarkan, alhamdulillah masa jabatan saya selesai, jalan itu (juga) selesai. Anggarannya tergantung, kalau perlu buat besar, kita kasi besar, kalau perlu buat kecil ya kita kasi kecil, yang jelas anggaran 2010-2011 akan kita arahkan untuk pembuatan rumah sakit di Pontianak Barat.

Menyikapi beberapa polemik masyarakat – satu sisi mereka menolak atas pembangunan itu, sedang disatu sisi Pemkot memiliki tanggungjawab, karena memandang kepentingan orang banyak yang lebih luas? Pemkot akan terus melakukan Pembangunan sampai selesai.

“Bagi warga yang tidak mau, biarkan aja, nanti sampai waktunya yang lain suah selesai semuanya, tinggal rumah dia jak disitu, kan malu sendiri dia, kalau dia tidak mau kasi, ya sudah kita pagar, suruh dia buat jembatan sendiri, kalu perlu suruh terbang,” jawab Sutarmidji dengan santainya.

Sementara itu, secara teknis dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, pembangunan jalan parallel di Jalan Ampera mencapai panjang 2,9 kilometer dan untuk di Sungai Jawi dibangun sepanjang 1,2 kilometer.

“Ampera panjangnya 2,9 kilometer, Sungai jawi, dari arah Jalan Suwignyo sampai Sultan Hamid II, itu 1,2 kilo, masih kita kerjakan secara bertahap,” kata Edi.

Edi menerangkan, dalam hal pembuatan jalan tersebut, dari Pemkot hanya difasilitasi dana sebesar 1 Milyar saja pertahunnya. Menurut Edi, dan segitu hanya dapat membuat jalan paralel sepanjang 400 sampai 500 meter saja. “Satu M itu, kira-kira 400 sampai 500 meter saja,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 15 Oktober 2010

Pembuatan Jalan Paralel Tidak Punya Target, Itu Tergantung Pada Masyarakatnya,

Fikri Akbar, Pontianak

Walikota Pontianak, Sutarmidji mengatakan proyek pembuatan jalan paralel di bebebrapa wilayah seperti; Sui Raya dalam, Parit Haji Husin, Sui Jawi dan Ampere tidak memiliki target kapan penyelesaiannya. Padahal tujuan proyek pembangunan itu sendiri guna mencegah terjadinya banjir di Kota Pontianak.

“Tidak ada target,” Kata Sutarmidji, Senin (27/9) kemarin.

Bahkan sebelumnya, dikatakan Sutarmidji sendiri, sudah terdapat beberapa wilayah yang masuk pada kategori ‘mendesak’ seperti beberapa wilayah diatas. Namun Sutarmidji beralasan, Pemkot tidak memberikan target penyelesaian pada proyek tersebut disebabkan pelaksanaannya yang cukup alot, terdapat beberapa warga yang tidak setuju atas pembangunan jalan paralel.

‘Jalan parallel itu tergantung pada masyarakatnya, tapi secepatnya kita bangun, yang sudah mulai berjalan itu di ampere dan sungai jawi, pokoknya yang tidak ada hambatan kita bangun, mana ada yang hambatan kita berhenti dulu,” katanya beralasan.

namun terdapat beberapa wilayah yang menurut Sutarmidji, meskipun terdapat beberapa warga yang kurang setuju, namun Pemkot tetap memaksakan pembanunan disitu, karena kata Sutarmidji, melihat situasinya yang sudah sangat mendesak. Apalagi posisi yang akan dibangun berdekatan dengan saliran primer (utama).

“Yang bagus itu, setiap ada saluran primer harus ada jalan parallel, makanya di Sungai Jawi itu saya ngotot harus ada jalan parallel, karena kalau tidak dibangun di Sungai Jawi ini, sebagai saluran utama akan sangat-sangat terganggu. Sebenarnya yang mendesak juga itu di jalan Parit Haji Husin,” papar Sutarmidji.

Beberapa saluran primer yang dijadikan andalan mengatasi banjir di Kota Pontianak, diantaranya berada di wilayah sungai Sero, kemudian Jalan Tebu, Diponegoro, Parit Besar, Parit Tokaya, Parit Sepakat, Perdana, dan Seradam.

Dikatakannya lagi, anggaran bagi pembangunan jalan paralel tersebut akan terus dianggarkan oleh pemkot untuk tiap tahunnya. Bahkan kata dia, penganggaran itu akan terus mengalir, hingga Sutarmidji mangkat dari kursi jabatan Walikotanya 2014.

“Selama saya menjadi walikota tiap tahun akan saya anggarkan, alhamdulillah masa jabatan saya selesai, jalan itu (juga) selesai. Anggarannya tergantung, kalau perlu buat besar, kita kasi besar, kalau perlu buat kecil ya kita kasi kecil, yang jelas anggaran 2010-2011 akan kita arahkan untuk pembuatan rumah sakit di Pontianak Barat.

Menyikapi beberapa polemik masyarakat – satu sisi mereka menolak atas pembangunan itu, sedang disatu sisi Pemkot memiliki tanggungjawab, karena memandang kepentingan orang banyak yang lebih luas? Pemkot akan terus melakukan Pembangunan sampai selesai.

“Bagi warga yang tidak mau, biarkan aja, nanti sampai waktunya yang lain suah selesai semuanya, tinggal rumah dia jak disitu, kan malu sendiri dia, kalau dia tidak mau kasi, ya sudah kita pagar, suruh dia buat jembatan sendiri, kalu perlu suruh terbang,” jawab Sutarmidji dengan santainya.

Sementara itu, secara teknis dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, pembangunan jalan parallel di Jalan Ampera mencapai panjang 2,9 kilometer dan untuk di Sungai Jawi dibangun sepanjang 1,2 kilometer.

“Ampera panjangnya 2,9 kilometer, Sungai jawi, dari arah Jalan Suwignyo sampai Sultan Hamid II, itu 1,2 kilo, masih kita kerjakan secara bertahap,” kata Edi.

Edi menerangkan, dalam hal pembuatan jalan tersebut, dari Pemkot hanya difasilitasi dana sebesar 1 Milyar saja pertahunnya. Menurut Edi, dan segitu hanya dapat membuat jalan paralel sepanjang 400 sampai 500 meter saja. “Satu M itu, kira-kira 400 sampai 500 meter saja,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar